Ancam Mafia Beras, Buwas: Saya Mantan Kabareskrim, Jangan Main-main!

0
8

Direktur Utama Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Budi Waseso alias Buwas menegaskan bahwa ia tak akan menolerir siapapun yang hendak mempermainkan komoditas beras sehingga mengganggu harga di pasaran. Terlebih dia mengklaim punya jaringan kuat di lapangan selama sebelumnya menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.

“Saya ini mantan Kabareskrim (Kepala Badan Reserse Kriminal), saya punya jaringan. Jangan main-main sama saya,” kata Buwas dalam acara Roundtable Ketahanan Pangan Nasional yang diadakan Komite Tetap Ketahanan Pangan Kadin di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Senin, 24 September 2018.

Sebelum menjadi Dirut Perum Bulog, Buwas memang sebelumnya menjadi Kabareskrim dari 16 Januari 2015 hingga 7 September 2015 . Di tengah masa jabatan, lulusan Akademi Kepolisian 1984 ini diangkat menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional hingga hingga akhirnya pensiun dari Polri pada Februari 2018 dengan jabatan terakhir Komisaris Jenderal.

Buwas mengatakan dirinya sudah mengerti permainan beras di pasaran berdasarkan pengalamannya menangani kasus serupa saat menjadi aparat kepolisian. Hanya saja saat ini, dirinya tidak ingin menimbulkan kegaduhan dengan mengungkapnya terang-terangan. “Saya kan gak mau bikin rame. Tapi kalau saya ditantang, saya buka benar-benar,” ujarnya.

Ancaman ini disampaikan Buwas di tengah polemik impor beras yang terjadi beberapa hari terakhir. Pemerintah memutuskan kuota impor tahun ini mencapai 2 juta ton pada April 2018 untuk menjaga stok dan mengendalikan harga di pasaran hingga akhir tahun. Akan tetapi, Buwas mengatakan stok beras cukup sampai Juli 2019 dan tak akan ada penambahan lagi.

Sebabnya, kata Buwas, persoalan harga beras di pasar tidak melulu disebabkan oleh berkurangnya suplai atau meningkatkan permintaan. “Memang berpengaruh tapi gak mutlak, begitu lo.”

Menurut dia, penyebab lain juga muncul dari adanya permainan dari para pelaku distribusi beras.

Salah satu contoh permainan yang terjadi yaitu adanya praktik merubah beras jenis medium menjadi premium dengan zat pemutih tertentu. Praktik ini tentunya bisa membuat terjadinya perubahan harga akhir di pasaran.

“Jadi bongkar jaringan narkotika saja saya berhasil, apalagi bongkar ini yang sudah telanjang mata,” kata Budi Waseso.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa saat ini cadangan pangan Indonesia aman. Bahkan, kata Amran, investasi dari bidang pertanian meningkat dari Rp 23 triliun menjadi Rp 40 triliun per tahun.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here