Aksi Sadis Musdalifah Siksa PRT: Setrika Badan hingga Makan Kotoran Kucing

0
29

Jakarta – Kelakuan Meta Hasan Musdalifah terhadap empat pembantunya sungguh sadis. Siksaan bertubi-tubi hingga perlakukan tidak manusiawi bagai makanan sehari-hari bagi para pembantu malang itu.

“Korban Sri Siti Marni mendapat perlakuan kekerasan fisik dari pelaku dengan menempelkan setrika panas ke bagian betis kanan dan kiri serta perut, tangan kanan dan punggung. Pelaku juga menyiramkan air panas pada tubuh korban,” ujar Kasat Reskrim AKBP Nasriadi, Sabtu (13/2/2016).

Nasriadi mengatakan pelaku juga menusuk kepala dengan patahan gagang sapu. Selain itu, kata dia, pelaku menyodokan patahan sapu runcing ke dalam mulut dan bibir korban. “Korban juga mendapat pukulan di bagian kepala, muka dan badan dengan gantungan baju. Korban juga dipukul dengan patahan sapu ijuk serta memukul menggunakan kaleng bekas pewangi ruangan. Siti juga diperlakukan tidak manusiawi dengan dipaksa makan kotoran kucing,” sambungnya.

Menurut Nasriadi, Herni, pembantu korban lainnya juga mendapat perlakuan kekerasan fisik. Tubuh korban disiram air panas dan dipukul dengan tangan kosong. “Herni juga dipaksa memakan kotoran kucing oleh pelaku seperti rekannya Siti. Sedangkan Musa mendapat kekerasan fisik dengan gantungan baju dan sandal, korban Musa juga pernah dipukul menggunakan sepatu dan disiram air panas di bagian punggung oleh pelaku,” papar Nasriadi.

Nasriadi menambahkan kekerasan fisik juga dialami oleh Suwardi. Korban disiram air panas pada bagian tangan kiri dan mendapat pukulan dengan tangan kosong. “Korban juga dipukul dengan gagang sabu yang terbuat dari besi,” ujarnya.

“Hasil keterangan saksi yang kami periksa, mereka juga membenarkan perlakukan kekerasan itu terhadap keempat korban. Sedangkan tersangka mengakui ada kekerasan fisik terhadap korban dengan cara memukul baik tangan kosong maupun gunakan alat. Barang bukti yang kami sita berupa patahan gagang sapu, kaleng bekas pewangi ruangan, gantungan baju, teko tempat air, dan setrikaan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here