Akibat Penebangan Liar, Hutan di Sarolangun Rusak Parah

0
20

BERITAPLATMERAH,SAROLANGUN.Keruaskan hutan di Propinsi Jambi akibat Penambang emas tanpa izin ( PETI ),dari data KKI Warsi dari hasil Interpretasai citra lansat 8 th-2017 kerusakan hutan akibat peti mencapai 27.823 ha,kerusakan hutan ini terdapat pada tiga kabupaten,Sarolangun,13.762 ha, Merangin,9.996 ha,Bungo,4.094 ha.

Diantara tiga Kabupaten tersebut yang terparah atau terluas kerusakan hutan terdapat di wilayah Kabupaten Sarolangun mencapai 13.762 ha,berlokasi di wilayah hulu sungai batang asai dan limun bahkan sudah merambah hutan penyangga Taman Nasional Kerinci Sablat (TNKS) dan Hutan Produksi (HP).bukit limun.

Para penambang (Peti) menambang tidak lagi secara manual bahkan bersekala besar yang menggunakan peralatan exapator untuk menambang,diduga ratusan exapator yang ambil bagian sebagai sarana penambang di wilayah tersebut,bahkan sekarang sudah babat hutan penyangga TNKS dan hutan produksi bukit limun.

Kerusakan akibat peti ini terlebih dahulu berdampak kepada kerusakan lingkungan dan rusaknya lahan pertanian dan perkebunan masyarakat sekitarnya,sekarang berdampak kepada kerusakan hutan yang makin meluas,dari hasil pantauan Platmerah persoalan peti ini akan mendorong masyarakat sekitarnya untuk Oksodus atau imigran ke daerah lain apa bila sumber penghidupan telah memasuki angka kritisnya,lahan pertanian dan perkebunan sudah dibabat oleh peti.

Upaya pencegahan peti ini oleh Pemda Sarolangun telah menguras dana APBD milyaran rupiah,sayangnya tidak pernah berhasil atau terhenti”sebagai mana membuang batu kelaut,,

Menurut skema atau pemetaan pencegahan peti Lembaga Intelijen Manunggal (LIM-RI) Propinsi Jambi,terutama cegah masuknya suplai BBM,hal ini merupakan pencegahan beropirasinya alat atau sarana penambang (exsapatror) sebab alat atau sarana tersebut umum alat sewa.

Pintu masuk BBM menurut skema atau pemetaan LIM-RI tersebut terdapat lima pintu masuk,antara lain di simpang Desa Batu Penyabung Kecamatan Bathin VIII arah ke Desa Tanjung Gagak,di Desa Panti Kecamatan Sarolangun arah ke Kecamatan CNG,Simpang Desa Pelawan Kecamatan Pelawan arah ke Kecamatan Limun,di Desa Tanjung Raden Kecamatan Limun (singkut ujung) arah kecamatan Limun dan simpang Singkut lima Kecamatan Singkut arah ke Kecamatan Limun.

Menurut Ketua Lembaga Intelijen Manunggal ( LIM-RI ) Rifaiduri,persoalan peti ini merupakan penyakit yang menahun dan tidak pernah sembuh,begitu juga dalam pemberantasan peti ini,terkesan Pemda tidak begitu bersungguh-sungguh,dana APBD yang dikucurkan untuk itu mubazir,saya mengharapkan kepada Pemerintah Cq.Pemda Sarolangun,agar peti itu dapat dibumi hanguskan disebabkan kegiatan peti tersebut mengguna merkuri yang dapat membahayakan nyawa,hewan dan tumbuh-tumbuhan,jangan terkesan adanya pembiaran,jelas Rifai.(Rifaiduri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here