basuki2

Ahok Jadi Tersangka, FPI Masih Belum Puas

BERITAPLATMERAH, JakartaOrmas Front Pembela Islam (FPI) tak puas Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hanya jadi tersangka. Sekretaris Jenderal FPI Novel mengatakan, seharusnya Ahok langsung ditahan.

“Seharusnya langsung dipenjara, karena kami khawatir Ahok akan menghilangkan barang bukti dengan leluasa,” kata Novel melalui pesan singkat, Rabu (16/1/2016).
“Duduk perkarannya jadi jelas dan terang,” ujar Novel.


Ahok tetap beraktifitas setelah ditetapkan sebagai tersangka. Ia menerima aduan dari warga di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Rabu 16 November 2016. Foto: Galih Pradipta

Novel termasuk pelapor kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok saat pidato di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 27 September. Imam Besar FPI Rizieq Shihab hadir di gelar perkara sebagai ahli dari pelapor.

Saat gelar perkara, Rizieq mengatakan, Ahok sudah sering menistakan agama. “Dia sudah menyerang Surat Al Maidah sebelum dan sesudah ini,” ungkapnya.

Kepala Bareskrim Komjen Ari Dono mengatakan, ada perbedaan pendapat sangat tajam di kalangan ahli terkait ada tindaknya unsur niat menistakan agama oleh Ahok. Hal ini menyebabkan terjadi perbedaan pendapat di tim penyidik yang jumlahnya sebanyak 27 orang.

Setelah diskusi dicapai kesepakatan meski tidak bulat, namun didominiasi pendapat yang menyatakan perkara harus diselesaikan di peradilan terbuka. Konsekuensinya proses hukum kasus ini dilanjutkan ke penyidikan.

Perbedaan pendapat di lingkup penyidik jadi alasan Polri tidak menahan Ahok. “Syarat penahanan harus keputusan bulat. Pendapat penyidik kemarin masih belum mutlak, masih ada dissenting opinion,” jelas Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian.

Kendati tidak menahan, Kepolisian memandang perlu untuk mencegah Ahok agar tidak pergi ke luar negeri. Ahok disangkakan Pasal 156a KUHP juncto Pasal 28 ayat 4 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sumber : metrotvnews