IMG-20170523-WA0021

Ahmad : Patirtaan Suci Abad Ke 10 Ditemukan Di Malang Dari Masa Empu Sendok

BERITAPALTMERAH,MALANG – Sebuah bangunan diduga situs patirtan (Petirtaan-red) suci dari abad ke 10 ditemukan warga di Sungai Manten Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

Terkait penemuan ini, keberadaan situs patirtan suci masih dalam pengamatan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala  (BP3) Trowulan.

Kedatangan petugas BP3 Trowulan, Guna melihat dari dekat detail keberadaan situs yang ditengarai, dari abad ke 10 masehi tersebut. Penemu situs petirtaan ini adalah seorang warga setempat.(23/5)

Kondisi situs tersebut, berada dialiran atau bantaran Sungai Manten. Komplek situs yang muncul dipermukaan tanah, diperkirakan sepanjang 20 meter. Diduga, masih ada situs yang posisinya, terkubur oleh tanah disekitar areal penemuan situs. Terdapat sejumlah tembikar atau alat dapur jaman dahulu yang terbuat dari batu.

Nampak pecahan porcelain kuno, juga berserakan ditempat ini. Sejumlah dinding situs, penuh dengan ukiran dan pahatan. Menyerupai kolam, dinding berpahat disekitar situs tersebut, basah oleh guyuran air disepanjang aliran sungai manten.

BP3 Trowulan menduga, keberadaan situs ini masih cukup luas dan terkubur oleh tanah disekitarnya.

“Kedatangan kami untuk melakukan identifikasi temuan awal dulu. Sebelumnya BP3 Trowulan berada di Kediri untuk meneliti hal serupa. Setelah menerima informasi di Dusung Ngawonggo ada temuan situs juga, kita fokus ke sini dulu,” ungkap Ahmad Hariri, Kasub Unit Penyelamatan dari BP3 Trowulan

Kata dia, upaya BP3 sejauh ini, menggali informasi awal. Termasuk, melakukan pemetaan eskavasi temuan.

Serta, melakukan batas inti dari perlindungan terhadap situs yang baru ditemukan oleh warga setempat. Saat ditanya apa nama situs tersebut? BP3 Trowulan memastikan jika situs di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, adalah sebuah tempat petirtaan suci.

“Fungsi situs disini, kami sepakat ini adalah sebuah petirtaan atau tempat ibadah umat Hindu,” bebernya.

BP3 Trowulan juga akan menggali informasi dari warga sekitar terkait penemuan batu bata disejumlah bukit dan areal pemakaman desa yang berjarak, tak jauh dari areal petirtaan suci tersebut

BP3 Trowulan memastikan, periodesasi temuan situs petirtaan suci di Dusun Nanas, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, dari masa Empu Sendok (Mpu Sindok).

“Untuk sementara kita mengacu padaperiodesasi situs petirtaan itu sama dengan hasil Arkeolog Pak Dwi Cahyono, yakni pada masa Mpu Sindok,” ungkap Ahmad Hariri.

Fungsi dari situs tersebut adalah sebuah petirtaan atau tempat ibadah suci bagi umat Hindu pada jaman dahulu.

“Kemarin kami (BP3) mendapatkan arahan bersamaan kondisi di lapangan, sehingga penelitian di situs ini kami prioritaskan. Kita alihkan ke sini, karena sebelunya BP3 fokus di Kediri,” bebernya.

Usai tiba di areal situs temuan, BP3 langsung melakukan zonasi.

“Ada beberapa teknik yang kami lakukan, yaitu pemetaan atau eskavasi dan batas inti dari perlindungan terhadap ditemukannya titik situs tersebut,” terang Ahmad.

Saat ditanya adakah kemungkinan areal situs lebih luas lagi dan masih terkubur tanah?

“Bisa jadi iya. Yang kita kaji sementara fokus pada munculnya situs petirtaan dulu. Karena situs ini berada disepanjang aliran sungai manten,” paparnya.

9BP3 Trowulan juga akan mengambil data-data pada masyarakat sekitar ditemukannya situs petirtaan. Pasalnya, di areal makam dan bukit yang ada di Desa Ngawonggo, juga ditemukan banyak batu bata kuno.

“Apakah batu bata kuno itu ada hubungannya dengan situs ini, nanti kita telusuri juga,” kata Ahmad mengakhiri. (yog/tyo)