Ada Beras ‘Siluman’

0
43

Bandar Lampung -Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menyebut beras yang membanjiri sejumlah pasar induk dalam 2 bulan terakhir adalah beras siluman.

Beras siluman tersebut, kata Amran, sengaja digelontorkan pemasok yang memiliki kapasitas gudang besar karena khawatir harga akan jatuh pada saat panen raya yang dimulai pada Maret.

“Anomali yang terjadi ini unik yaitu Februari naik dua kali lipat, padahal lagi paceklik sebelumnya. Ada yang simpan beras, dialirkan sekarang karena tiba-tiba panen, mereka ketakutan kalau harga makin jatuh. Apa sebutannya kalau bukan beras siluman,” ungkapnya ditemui saat kunjungan kerjanya di Bandar Lampung, Sabtu (13/2/2016).

Amran menjelaskan, hal tersebut bukan terjadi secara kebetulan. Pasalnya, anomali membanjirnya beras terjadi di 7 pasar induk besar yang selama ini jadi patokan harga beras nasional.

“Di Cipinang Februari tahun lalu beras yang masuk 29.458 ton, tahun ini naik jadi 52.383 ton. Jadi sebelumnya berasnya ke mana?” Tanya Amran.

Sementara stok di Februari tahun 2015 di 6 pasar induk lainnya antara lain Pasar Johar Karawang 11.783 ton, Pasar Tanah Tinggi Tanggerang 12.667 ton, Pasar Lamongan Surabaya 13.256 ton, Pasar Caringin Bandung 16.202 ton, Pasar Dargo Semarang 14.729 ton, dan Pasar Beringharjo Yogyakarta 6.481 ton.

Di tahun 2016, rata-rata stok beras di 6 pasar induk pada Februari tahun 2016 mengalami lonjakan dua kali lipat yakni Pasar Johar Karawang 20.953 ton, Pasar Tanah Tinggi Tanggerang 22.525 ton, Pasar Lamongan Surabaya 23.572 ton, Pasar Caringin Bandung 28.811 ton, Pasar Dargo Semarang 26.192 ton, dan Pasar Beringharjo Yogyakarta 11.650 ton.

“Padahal ada paceklik, tiba-tiba stok beras melimpah. Jadi nggak masuk akal, bahwa ini ada yang menyimpan karena memprediksi beras akan naik,” tutup Amran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here