822 SERTIPIKAT INDUK TRANSMIGRASI SINGKUT HILANG DI KANTOR BPN SARKO

0
60

BERITAPLATMERAH.COM-JAMBISebanyak 822 sertipikat induk transmigrasi Singkut kabupaten Sarolangun Jambi yang diserahkan oleh bagian Proyek Pengembangan Budidaya perkebunan Rakyat IBRD/TCSDP Propinsi Jambi kepada Kantor BPN Sarko ( sebelum pemekaran ) tahun 1988 diduga hilang tidak bisa dikembalikan kepada pemilik.

Persoalan ini diawali masuknya Proyek TCSDP ke-Transmigrasi Singkut sekitar tahun 1984,menggarap lahan LU II untuk dijadikan perkebunan karet dengan sestim kredit,pada plaksanaan Proyek tersebut mengandung Kredit dan harus ada jaminan,maka 822 Sertipikat Induk dikumpulkan oleh petugas Proyek,pada tahun 1988 masa keredit hampir berahir semua sertipikat dikumpulkan denga jumlah 822 buku dan diserahkan kepada Kantor BPN sarko ( sebelum pemekaran ) guna utuk dipecahkan menjadi dua bagian yang satu hektar dijadikan areal perkebunan karet.

Pada tahun 2000 Sarko ( Sarolangun Bangko ) terjadi Pemekaran Merangin dan Sarolangun, semua Dokumen Negara dipisahkan menjadi dua bagian termasuk Kantor BPN,Pada tanggal 12 Juli 2001 Kepala Unit Proyek IBRD/TCSDP membuat surat Kepada BPN Sarolangun melalui Surat Nomor : 300/Adm/UPP-TCSDP.116 perihal untuk menarik kembali Sertipikat petani peserta Proyek TCSD Singkut namun surat tsb menurut Aaen Swandi bagian Perkebuna Kantor Dinas Bunhut Sarolangun,sampai saat ini belum ada jawaban,lanjutnya Aaen Swandi kepada Platmerah, sudah ditanyakan ke-BPN Merangin alasannya sudah diserahakan ke-Kantor BPN Sarolangun di-Kantor BPN Sarolangun jawabannya Sertipikat tersebut tidak ada disarahkan, oleh BPN Sarolangun tanyakan ke -BPN Merangin,imbuh Aaen.

Data yang diperoleh Platmerah dari Kantor Dinas Bunhut Sarolangun tentang adanya bukti penyerahan ke-BPN Sarko ( pada saat itu ) yang ditanda tangani Kepala UPP M.Hatib Nip:430.004.881 antara lain,pada tanggal 28 Juli 1988 diserahkan 562 Buku ( Sertipikat ) yang menerima Bahtiar Maiy,pada tanggal 5 Mei 1988 diserahkan 43 buku ( Sertipikat ) yang menerima Bahtiar Maiy,pada tanggal 17 Desember 1989 diserahkan 490 Buku ( Sertipikat ) yang menerima M.Nuh Asaad BBA,pada tanggal 5 Maret 1990 diserahkan 137 Buku ( Sertipikat ) yang menerima Baharuddin Hamid,pada tanggal 29 Mei 1990 diserahkan 36 buku ( Sertipikat ) yang menerima M.Nuh Asaad BBA,pada tanggal 22 Oktober 1990 diserahkan 377 Buku ( Sertipikat ) yang menerima M.Nuh Asaad BBA,pada tanggal 5 Desember 1990 diserahkan 20 Buku ( Sertipikat ) yang menerima Baharuddin Hamid.

Menurut Supardi Saleh Warga Transmigrasi Singkut ketika dikonfirmasikan pada ( 22/7 ) istri dan Martua saya ikut menyerahkan dua Buku Sertipikat kepada petugas Proyek TCSDP alasan untuk dipecahkan,namun sampai saat ini Sertipikat tersebut entah kemana rimbanya,kami mohon dikembalikan secepat mengkin sebelum kami menempuh jalur Hukum,Imbuh Supardi.

Persoalan ini Menurut Pakar Hukum Paidillah Darma SH Advokad Kantor LBH Darma Bakti Merangin,persolalan ini kalau menurut kronologis diduga sudah masuk renah Hukum Penggelapan,sebab Sertipikat tersebut merupakan Akta otentik yang tidak boleh dimempaatkan oleh orang lain terkecuali Ada kuasa pengguna melalui Akta Notaris,satu-satunya jalan keluar,BPN harus menerbitkan Sertipikat atau Akta pengganti dan persoalan yang seperti ini jangan diulurkan harus ditangani dengan segera,tanggapan Paidillah.( Rifaiduri )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here