24 Tahun Mengajar Pancasila, Profesor Suteki Dinonaktifkan Karena Dianggap Anti-NKRI

0
51

Jabatan Profesor Suteki di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang sebagai guru besar dinonaktifkan sementara sesuai SK Rektor No. 223/UN7.P/KP/2018. Hal itu terkait dijalaninya pemeriksaan disiplin yang digelar karena dugaan anti-NKRI.

Humas Undip Semarang, Nuswantoro mengatakan, Prof. Suteki menjalani sidang disiplin pada hari Rabu (6/6). Sesuai dengan peraturan ASN, maka yang bersangkutan dibebastugaskan dari jabatannya.

“Ini bukan sanksi yang dijatuhkan, tetapi prosedur yang harus, selama yang bersangkutan masuk dalam persidangan disiplin ASN,” kata Nuswantoro, Rabu (6/6/2018).

Hasil dari sidang disiplin belum bisa langsung ditentukan, masih ada proses yang perlu dilewati. Jika nantinya tidak terbukti bersalah, maka jabatan yang diemban akan dikembalikan.

“Jika tidak terbukti bersalah, jabatan itu akan dikembalikan lagi,” ujarnya.

SK tersebut sudah ditandatangani oleh Rektor dan mulai hari ini berlaku seiring dilaksanakannya sidang disiplin. Dengan SK tersebut maka Prof Suteki nonaktif dari jabatan Kaprodi Magister Ilmu Hukum Undip, Ketua Senat Fakultas Hukum Undip, dan Anggota Senat Undip. Meski demikian, Prof. Suteki masih diperbolehkan mengajar.

“Yang bersangkutan masih mengajar,” lanjutnya.

Untuk diketahui, Undip akan menindak tegas jika ada stafnya yang anti-NKRI dan anti-Pancasila. Ternyata Prof Suteki yang sudah mengajar soal Pancasila selama 24 tahun menjadi salah satu staf yang diduga anti-NKRI. Salah satu penyebabnya yaitu postingan Suteki di facebook terkait khilafah.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here