2050 Sampah Dilaut Lebih banyak Dari Pada Ikan !

0
19

Jakarta – Indonesia merupakan peringkat dua di dunia setelah Tiongkok dalam penghasil sampah plastik ke laut. Dari data terakhir pada 2015, Indonesia menghasilkan sampah plastik mencapai 187,2 ton.

Angka pencapaian ini hanya kalah dari China yang menghasilkan 262,9 juta ton. Di bawah Indonesia ada Filipina (83,4 juta ton), Vietnam (55,9 juta ton), dan Sri Lanka (14,6 juta ton).

Hal ini dipaparkan oleh Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Tuti Hendrawati dalam dialog ‘Selamatkan Bumi dari Plastik’.

“Di pantai Utara Jakarta, misalnya sampah itu menumpuk di sana. Sampah plastik yang tak mudah terurai. Sebagian besar itu sulit. Penggunaan plastik ini jadi kepedulian di dunia. Tapi, di Indonesia belum bisa seperti itu, meski di beberapa ritel sudah bisa mengurangi,” ujar Tuti di ruang Sonokeling, Kementerian LHK, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (9/2/2016).

Dia menjelaskan di Indonesia sudah lebih dari 1 juta penggunaan kantong plastik setiap menitnya. Dari angka itu, 50 persen kantong plastik dipakai sekali lalu langsung jadi sampah. Sementara, hanya 5 persen yang benar-benar di daur ulang.

“300 kantong plastik itu digunakan per gerai, per toko per hari. 1 tahun itu bisa 10,95 juta lembar sampah kantong plastik per 100 gerai,” tutur Tuti.

Kemudian, bila mengacu 1 tahun dikalkulasikan 10,95 juta lembar sampah kantong plastik seukuran 20 cm x 30 cm, maka itu sama dengan 65,7 hektar.

“Kalau 65,7 hektare kantong plastik itu sama saja 60 kali luas lapangan sepakbola,” ujarnya.

Lanjutnya, pentingnya pembatasan penggunaan kantong plastik ini karena sudah menjadi isu perhatian di berbagai dunia. Mulai beberapa negara dari Eropa, Asia, Amerika sudah menerapkan pembatasan dengan plastik berbayar seperti misalnya Tiongkok, Malaysia, dan Hongkong.

Pemerintah Indonesia menurutnya saat ini sedang memproses program ini dengan pihak Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

“Kami akan koordinasikan lagi dengan Aprindo soal program plastik berbayar ini. Sudah ada beberapa kota yang siap menjalankan uji program ini,” sebutnya.

Dijelaskannya, 9,85 miliar lembar sampah kantong plastik dihasilkan setiap tahun. Angka ini mencemari lingkungan selama lebih dari 400 tahun. Dampak penggunaan plastik antara lain produksinya bisa menghabiskan sekitar 8 persen hasil produksi minyak dunia.

“Nah, kalau kita tidak ada intervensi pembatasan kantong plastik ini maka diperkirakan tahun 2050, jumlah kantong plastik bisa mengalahkan jumlah ikan di laut,” ujarnya.

 (Aston Martin Sitanggang )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here